Tampilkan postingan dengan label BARU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BARU. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Januari 2013

Kampung Bandan Ditinggikan, Semua Rute KRL Pulih

TEMPO.CO, Jakarta - Rel kereta di Stasiun Kampung Bandan, Jakarta Utara, sudah bisa dilalui oleh rangkaian kereta rel listrik pada Senin, 28 Januari 2013. Sebelumnya, jalur tersebut tak bisa dilalui  lebih dari sepekan karena terendam banjir dan rob.

Humas Daerah Operasi I PT KAI, Purbawa, mengatakan jalur kereta di Kampung Bandan memang telah ditinggikan 30 sentimeter agar kereta bisa tetap melaju meski rob datang. "Soalnya tanpa ada banjir pun rel kerap terendam rob dan tak bisa digunakan, jadi kami tinggikan," kata dia saat dihubungi Tempo, Senin, 28 Januari 2013.

Selain meninggikan rel, posisi alat persinyalan dan listrik aliran atas (LAA) juga ikut disesuaikan. Ketinggian kawat LAA ditinggikan agar jarak pantograf pada KRL sesuai standar sehingga aliran listrik menjadi optimal. "Kalau ada banjir rob, alat persinyalan itu sering korslet," ujarnya.

Uji coba rel sudah dilakukan pada Ahad, 27 Januari 2013 menggunakan satu set KRL. "Hasil tesnya menyatakan kondisi rel sudah siap dilalui kereta," kata dia.

Namun hanya KRL jalur lingkar Jakarta dari Tanah Abang yang menggunakan rel tersebut pada hari ini. Kereta api jarak jauh yang diberangkatkan dari Stasiun Jakarta Kota melalui Pasar Senen tetap dialihkan melalui rute Jakarta Kota lewat Stasiun Manggarai dan berhenti di Stasiun Jatinegara.

Contohnya KA Gumarang tujuan Surabaya, KA Serayu pagi dan malam tujuan Kroya dan KA Gaya Baru Malam tujuan Surabaya. Adapun KA Tawang Jaya tujuan Semarang dan KA Tegalarum tujuan Tegal mengakhiri dan mengawali perjalanannya di Stasiun Pasar Senen. "Rencananya besok semua perjalanan kereta termasuk KA jarak jauh sudah bisa melalui Stasiun Kampung Bandan dan operasional KA kembali normal," ujar Purbawa.

Walikota Kediri Pasang Baliho dengan Dana APBD

TEMPO.CO, Kediri-Menjelang pemilihan kepala daerah pada Agustus 2013, hampir seluruh jalan protokol dan pusat keramaian di Kotamadya Kediri dipenuhi baliho ukuran jumbo bergambar Walikota Kediri Samsul Ashar dengan berbagai tema. Iklan bando raksasa di Jalan KH Achmad Dahlan, misalnya, memuat ucapan selamat ulang tahun kepada Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Di tempat itu, foto Samsul juga dipajang untuk ucapan Selamat Tahun Baru dan Natal.

"Ini memang permintaan Pak Wali," kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemerintah Kota Kediri Hariadi kepada Tempo, Senin 28 Januari 2013. Baliho-baliho itu dipasang dan dibiayai sepenuhnya dengan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Bagian Humas dan Protokol Pemerintah Kota wajib mensosialisasikan semua kebijakan Walikota. Menurutnya, Walikota memiliki keleluasaan dan hak menggunakan dana Humas untuk menyampaikan ucapan ulang tahun kepada pejabat lainnya.

Hariadi menyatakan baliho-baliho itu tidak ada kaitannya dengan rencana pencalonan Samsul Ashar dalam pemilihan kepala daerah. "Sebagai Walikota, dia berhak membuat iklan apa saja yang mengatasnamakan Pemerintah Kediri," ujarnya.

Namun, sejumlah kalangan menilai Samsul memanfaatkan program pemerintah dan uang negara untuk berkampanye. "Jika mengatasnamakan Pemerintah Kota Kediri, seharusnya dia tak memasang gambar sendirian. Kan bisa bersama wakil atau pejabat lainnya sesuai tema ucapan," kata Wakil Direktur Lembaga Swadaya Masyarakat Alha Raka, Munasir Huda.

Potensi penyalahgunaan wewenang dan kekuasaan oleh walikota yang akan mengikuti pemilihan kepala daerah, menurut Huda terbuka lebar. Karena itu sudah saatnya masyarakat lebih jeli dan mewaspadainya. Seperti program bantuan langsung tunai Rp 250 ribu per keluarga untuk  11 ribu keluarga miskin, misalnya, dikritik karena tidak memiliki dasar dan tujuan yang jelas.

Tanah Ambles Sebabkan Pluit Terendam

TEMPO.CO, Jakarta- Satu penyebab banjir kerap mendatangi kawasa Pluit dan sukar pergi adalah penurunan tanah, 10-15 sentimeter per tahun. Kata anggota peneliti Jakarta Coastal Defence Strategy, Heri Andreas, wilayah Pluit hingga Tanjung Priok merupakan hasil reklamasi.


Majalah Tempo edisi 28 Januari 2013 mengulas Pluit yang semakin kritis. Dulu, hitungan teknis reklamasi itu sudah mencakup potensi penurunan lapisan teratas tanah timbunan. Dengan perhitungan ini, penurunan tanah diperkirakan bakal berhenti dalam kurun 40-50 tahun. Dan tanahnya menjadi mantap.

“Tapi, celakanya lapisan bagian bawahnya disedot dengan pengambilan air tanah berlebihan," kata Heri, Rabu, 23 Januari 2013. "Akibatnya tanah ikut terkompaksi jadi turun. Inilah yang meleset dari perhitungan."

Penyedotan air tanah besar-besaran itu, menurut Heri, terbukti menjadi satu penyebab penurunan tanah, selain kondisi tanah dan beban bangunan. Dulu, Pluit serta Muara Baru adalah kawasan industri. Pengambilan air tanahnya sudah sedalam 100 hingga 200 meter.

Sedimentasi atau tanah endapan di Pluit juga terhitung paling muda. Peneliti dari Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI, Robert M. Delinom, menyatakan bahwa tanah di bawah Jakarta merupakan endapan vulkanik dan tanah sedimen, dengan umur geologi relatif masih muda. “Antara 10 ribu dan 100 ribu tahun. Untuk geologi itu muda,” ujarnya.

Endapan vulkanik itu berasal dari pegunungan di selatan Jakarta. Ahli geologi menyebutnya formasi Kipas Aluvial Bogor. Material daratan di Jakarta, ujarnya, dominan campuran pasir dan lempung. Sifat dua material batuan itu loose, mudah lepas. Jika dominan lempung, tanahnya cenderung mudah lepas. Jika pasir yang dominan, ikatan butiran antarpasir lebih kuat, karakter tanah cenderung lebih mampat.

Kasus amblesan di Jakarta Utara, kata Robert, terjadi karena sifat tanahnya yang dominan lempung dibanding pasir. Di samping itu, pembangunan di Jakarta Utara yang masif, yang menyebabkan terjadi pembebanan. Efek inilah yang menyebabkan daerah sekitarnya cepat turun.

Meskipun demikian, Robert berpendapat, amblesan di utara Jakarta bukan disebabkan pengambilan air tanah. Data yang diperolehnya menunjukkan tak ditemukan perubahan tinggi muka air tanah di Jakarta bagian utara. ”Jika muka air tanah turun dan ada amblesan, berarti ada hubungannya. Ini tidak. Air tanahnya biasa saja dari tahun ke tahun, sementara amblesan ada terus.”

Diciduk BNN, Zaskia Sungkar Tenangkan Ibunya

TEMPO.CO, Jakarta--Saat berada di Badan Narkotika Nasional (BNN) Zaskia Sungkar sempat menghubungi ibunya, Fanny Bauty. Dia berusaha meyakinkan bahwa dirinya tak terlibat ikut pesta narkoba di rumah Raffi Ahmad, Kawasan Lebak Bulus, Jakarta, Ahad dini hari, 27 Januari 2013

"Tadi dia telepon saya. Katanya, mama Insya Allah aku sama Irwan enggak terlibat apa-apa. Tenang aja yah," kata Fanny kepada Tempo, Ahad, 27 Januari 2013. (Lihat juga: Begini Kronologi Penggerebekan Raffi Ahmad Cs).

Fanny sangat percaya pengakuan Saskia. Pasalnya dia tahu kedatangan mereka berdua ke rumah Raffi kala itu dalam rangka urusan bisnis. Irwanyah ingin meminta tanda tangan Raffi terkait kerja sama rumah produksi mereka berdua.

"Mereka berdua mau minta tanda tangan Raffi ke sana. Jadi PH (production house) Irwansyah sama PH Raffi kerjasama buat sebuah acara," katanya.

Penggerebakan, kata Fanny, sedang berlangsung saat Saskia dan Irwansah tiba di sana pukul 07.00 WIB. Sementara penggeledahan oleh petugas BNN dimulai pukul 04.00 WIB. "Tapi mereka berdua dites urine juga," katanya.

BNN menggeledah rumah Raffi yang tengah digelar pesta narkoba. Selain mengamankan pemilik rumah, Irwansyah dan Saskia, petugas juga menangkap politikus Wanda Hamidah. Kawanan itu ditangkap bersama ganja dan MDMA. Simak berita tentang penangkapan para artis dalam kasus narkoba.

Raffi Cs Ditangkap, Bagaimana Acara Dahsyat?

TEMPO.CO, Jakarta-- Pihak RCTI belum bisa memutuskan saksi yang akan diberikan kepada Raffi Ahmad. Raffi ditangkap oleh Badan Narkotika Nasional Ahad 27 Januari 2013 pagi karena dugaan kepemilikan narkoba di rumahnya.

"Kami belum membicarakannya dengan internal," kata Marketing Komunikasi RCTI Trista Efendi ketika dihubungi pada Ahad, 27 Januari 2013. "Ini hari libur mungkin besok setelah masuk baru dibicarakan dengan bagian internal juga."

Trista mengatakan selain itu pihak RCTI juga perlu mengklarifikasi secara langsung ke BNN soal penangkapan ini. "Peran dan posisi Raffi harus jelas dulu dalam insiden ini," ujarnya. (Lihat juga: Begini Kronologi Penggerebekan Raffi Ahmad Cs).

Di RCTI, Raffi merupakan pembawa acara musik "Dahsyat" bersama Olga. Selain itu beberapa sinetron di stasiun televisi ini juga kerap menayangkan Rafi sebagai tokoh utama.

Raffi ditangkap bersama 16 orang lainnya di rumah dia yang ada di Jalan Gunung Balong Kavling VII Nomor 16-I, Jakarta Selatan. Selain Rafi ada juga artis Irwansyah dan Istrinya, Zaskia Sungkar, serta politikus Wanda Hamidah.

Saat ini Rafi masih menjalani pemeriksaan di BNN. Dari penangkapan tersebut disita barang bukti berupa beberpa linting ganja. Simak berita tentang penangkapan para artis dalam kasus narkoba.

Narkoba Artis, Bagaimana Menjelaskan ke Anak?

TEMPO.CO, Jakarta -- Orang tua harus mendampingi anak-anaknya ketika mengidolakan seorang artis. Menurut Sekretaris Komisi Perlindungan Anak Indonesia M. Ihsan, anak belum bisa membedakan antara perilaku artis yang baik atau buruk. "Kita orang dewasa mungkin tahu seorang artis tidak layak ditiru karena terlibat narkoba atau perbuatan negatif lain, tapi anak-anak belum bisa membedakan baik atau buruk," kata Ihsan ketika dihubungi Ahad, 27 Januari 2013.

Ihsan menuturkan bahwa psikologis anak-anak cenderung melakukan imitasi atau perbuatan meniru. Usia 1-5 tahun, anak-anak akan meniru orang tuanya tapi ketika diatas itu akan mencari figur-figur dari tempat lain seperti di televisi. Proses imitasi biasanya berlangsung pada usia SD-SMA.

"Mereka meniru cara berpakaian, cara berbicara, perilaku idola akan mereka tiru," kata Ihsan. Kecenderungan ini akan memuncak pada usia SMP dan mulai menurun pada waktu SMA. Karena belum bisa memilah, Ihsan mengimbau orang tua untuk terus mendampingi anak-anaknya.

Ihsan menyarankan agar orang tua memahami akses-akses masuknya pengaruh idola terhadap anak-anak. Orang tua juga diharapkan mampu menjelaskan ukuran boleh mengidolakan artis dan memberi pemahaman bahwa ada idola lain yang lebih layak ditiru, seperti pahlawan. "Diberi pengertian, idola bukan berarti panutan," ujar Ihsan.

Kepada para artis, kata Ihsan, KPAI mengimbau agar menjauhkan diri terhadap perbuatan yang tidak bagus. Para artis diharapkan menjauhi narkoba, seks bebas, pencabulan, dan perbuatan negatif lain. "Harus menyadari bahwa tingkah laku mereka mempengaruhi anak-anak yang mengidolakan mereka," tutur Ihsan.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Badan Narkotika Nasional, Anang Iskandar, mengatakan artis Raffi Ahmad ditangkap BNN dalam pesta narkoba Subuh tadi bersama tiga artis lainnya. "Ada beberapa artis, di antaranya Wanda Hamidah, Irwansyah beserta istrinya (Zaskia Sungkar) dan beberapa orang lainnya teman artis tersebut," ujar dia, Ahad, 27 Januari 2013. Simak berita selebriti dan narkoba.

Minggu, 27 Januari 2013

Ini Alasan 27 Januari Jakarta Bebas Banjir Besar

TEMPO.CO, Jakarta - Sejak banjir besar melanda beberapa wilayah Jakarta pada Kamis 16 Januari 2013 lalu, Jakarta masuk status tanggap darurat. Banjir di wilayah itu pun surut satu demi satu. Namun, 27 Januari 2013 Jakarta sempat diramal terancam banjir besar. Prediksinya, kondisi air laut yang sedang pasang dan curah hujan yang tinggi merata di Jabodetabek. Kenyataannya, prediksi itu tak terjadi. Apa sebabnya? (Lihat: Jakarta Waspadai Puncak Pasang Purnama 27 Januari)

Adalah program teknologi modifikasi cuaca yang mematahkan ramalan bencana banjir Jakarta tersebut. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNBP) menyatakan program rekayasa hujan senilai Rp 13 miliar dari posnya berlangsung selama dua bulan mulai 26 Januari-25 Maret 2013. Proyek rekayasa hujan ini bekerja sama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

"Teknologi Modifikasi Cuaca atau TMC berlangsung sampai 25 Maret," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, di Jakarta, Minggu 27 Januari 2013.

Bagaimana modifikasi cuaca ini dilakukan? Menurut Sutopo, empat pesawat terbang yaitu satu Hercules C-130 TNI AU dan tiga pesawat CASA 212-200 dikerahkan untuk mempercepat awan menjadi hujan. Keempat pesawat tersebut terbang setiap hari dengan menjatuhkan hujan buatan sekaligus mendistribusikan hujan tersebut di luar area rawan banjir.

"Teknologi ini memungkinkan untuk menjatuhkan hujan di luar area rawan banjir contohnya dialihkan ke laut," kata Sutopo. (Baca: Ini Syarat agar Modifikasi Hujan Jakarta Berhasil)

Teknologi itu membuat banjir teratasi dengan cara menghambat pertumbuhan awan tempat dipasang 25 titik GBG (Ground Based Generator) yang membakar flare berisi bahan higroskopis (NaCl). Operasi itu juga didukung tiga radar hujan dan enam stasiun pos meteorologi. Posko Hercules berada di Lanud Halim Perdanakusuma sedangkan tiga Casa berada di lapangan terbang Pondok Cabe. (Baca: Modifikasi Hujan Jakarta Andalkan TNI AU)

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta, Arfan Arkilie mengatakan ini adalah salah satu bentuk usaha BNPB, Pemprov DKI Jakarta, dan BPPT untuk menghadapi perkiraan pasang tertinggi air laut yang diperkirakan akan terjadi pekan ini. (Baca: Modifikasi Hujan Jakarta Pernah Sukses di Beijing)

Petinju Remaja Meninggal, Ayahnya Masih Bersyukur

TEMPO.CO, Jakarta - Iwan Falas berusaha tegar. Ia berdiri kokoh. Tak tampak juga air mata di pipinya. Padahal, pria paruh baya itu baru saja melepas kepergian putra kebanggaannya, Tubagus Setia Sakti, untuk selamanya.

Tubagus meninggal lantaran mengalami pendarahan otak setelah kalah secara technical knock out (TKO) dalam pertandingan tinju perebutan gelar juara ad interim kelas terbang yunior 49 kilogram versi Komisi Tinju Profesional Indonesia (KTPI), kemarin, Sabtu, 26 Januari 2013.

Bukan mati atau tidak yang Iwan permasalahkan. “Kematian sudah takdir. Semua orang akan meninggal pada waktunya,” kata Iwan saat ditemui di rumah duka Rumah Sakit Umum Universitas Kristen Indonesia, Ahad, 27 Januari 2013. Iwan lebih mempermasalahkan bagaimana seseorang akan meninggal. “Saya tidak mau anak saya meninggal digebukin orang atau dibakar massa karena mencuri,” kata pria yang sehari-hari tinggal di Provinsi Lampung ini. Jika itu terjadi, ia akan merasa malu sebagai ayah.

“Kami ini keluarga enggak punya. Daripada anak saya mencuri, lebih baik dia bertinju,” kata Iwan. Ia lalu mengenalkan Tubagus pada olahraga tinju. Sekali naik ring, remaja 17 tahun ini bisa mendapat duit Rp 4 juta.

Tubagus bukan petinju yang buruk. Ia memiliki pengalaman bertanding sebanyak 10 kali dengan catatan menang 7 kali dan kalah 3 kali. Dari kemenangan-kemenangan itu, siswa SMA Islam Kalianda, Lampung Selatan, ini pernah menjatuhkan lawannya sebanyak 2 kali. Sebelum meninggal, petinju yang akrab disapa Sakti ini merupakan petinju nomor satu di kelasnya.

Fajar Afriyan, teman satu klub Tubagus di KPJ Bulungan, mengatakan Tubagus merupakan petinju yang memiliki skill bagus. “Powernya keras,” kata Fajar. Ia tak menyangka Tubagus bisa dipukul jatuh.

Ahad malam, 27 Januari 2013, menjadi malam terakhir Tubagus. Upper cut dan hook kanan dari lawannya menghujam keras di kepala kiri belakangnya. Padahal, sebelumnya, ia sempat mengangkat tangan tanda menyerah. Ia laluk terhuyung dan kembali mengangkat tangan tanda menyerah. Wasit pun akhirnya menghentikan pertandingan. “Dia masih bisa berjalan ke sudut ring sebelum akhirnya jatuh pingsan. Saat ditandu keluar, dia kejang-kejang,” kata Diar Candra, salah seorang yang menonton pertandingan malam itu. Tubagus langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Universitas Kristen Indonesia seusai pertandingan.

Iwan, yang baru tiba di Jakarta pukul 13.00 tadi siang, sempat melihat dokter memberi tindakan kejut jantung untuk menyelamatkan anaknya. Setengah jam kemudian, Tubagus dinyatakan meninggal.

Di tengah kehilangannya, Iwan masih bersyukur. “Saya masih lebih beruntung dibandingkan orang lain. Banyak kan, yang anaknya mati karena berurusan dengan kejahatan,” kata dia. Iwan mengaku ikhlas dengan kepergian putra ketiganya itu. Iwan mengenang, Tubagus merupakan anak yang pendiam dan penurut. Segala keputusan dalam hidup anaknya selalu didiskusikan bersama.

Kedekatan ini yang mungkin akhirnya membuat Iwan tak kuasa lama-lama menyembunyikan kepiluannya. Saat jenazah anaknya akan diberangkatkan pulang ke Lampung, kakinya yang kokoh pun menjadi lemas. Ia jatuh ke dalam topangan kerabatnya. Air matanya pun mengucur. Isaknya mulai terdengar.

Tetangga Katakan Raffi Ahmad Suka Kumpul

TEMPO.CO, Jakarta - Raffi Ahmad memang dikenal suka berkumpul bersama teman-temannya di rumahnya yang terletak di Jalan Gunung Balong I Kavling VII Nomor 16-I, Lebak Bulus, Jakarta Selatan. "Biasanya malam hari," kata Ketua RT 09/RW 04 tempat Rafi tinggal, Ma'sum, pada Ahad, 27 Januari 2013.

Menurut Ma'sum, jika sudah berkumpul akan banyak mobil milik kawan-kawannya yang parkir di kompleks. Warga pun tidak menaruh curiga. Alasannya, Ma'sum mengatakan warga hanya berpikir aktivitas biasa.

"Saya kaget juga ketika tahu Mas Raffi ditangkap gara-gara narkoba, padahal anaknya baik," ujar dia. Bahkan ketika digerebek, Ma'sum juga tahu sedang ada aktivitas di rumah presenter acara musik "Dahsyat" ini. "Kalau kumpul sampai larut," katanya.

Salah seorang pedagang mie ayam yang ada di depan kompleks tempat tinggal Raffi membenarkan hal tersebut. "Kalau pas ngumpul suka nyuruh pembantunya borong mie ayam di sini," ujarnya. Dia mengenal Raffi sebagai sosok yang ramah.

Pembantu Raffi, Denia, membantah majikannya sering berkumpul. "Sesekali doang, kalau jadwalnya lagi sepi," ujar dia. Menurut dia, jika tidak ada agenda Rafi lebi memilih istirahat di rumah dan bermain Playstation. Simak berita tentang penangkapan para artis dalam kasus narkoba.

Hatta Rajasa Tak Tahu Raffi Ahmad Ditangkap BNN?

EMPO.CO, Surabaya - Meski ramai diberitakan media, Ketua Umum Partai Amanat Nasional Hatta Rajasa mengaku belum mendengar informasi terkait dengan penangkapan Raffi Ahmad, Wanda Hamidah, dan artis lainnya. "Saya belum tahu, belum dengar soal itu," kata Hatta ditemui di sela-sela Rapat Koordinasi Daerah PAN di Hotel Utami Sidoarjo, Ahad, 27 Januari 2013.

Sebelumnya, Raffi beserta beberapa artis digaet sebagai calon legislator PAN. Namun, Hatta menyatakan PAN belum memulai proses pencalonan legislator sehingga belum bisa memutuskan nasib Raffi sebagai calon kader.

Hatta memastikan jika Raffi terbukti bersalah menggunakan narkoba, tentu akan menjadi pertimbangan apakah artis kondang tersebut layak menjadi kader PAN. Ketika ditanya lebih lanjut, Hatta pun bungkam.

Seperti diketahui, Badan Narkotika Nasional menangkap Raffi Ahmad dan menciduk tiga artis lain, yaitu Wanda Hamidah, Zaskia Sungkar, dan Irwansyah. "Kami menangkap 17 orang. 13 laki-laki, empat wanita. Dan empat di antaranya artis," ujar Deputi Penindakan Badan Narkotika Nasional, Brigadir Jenderal Benny Joshua Mamoto.

Mereka ditangkap di rumah Raffi di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan subuh tadi sekitar pukul 04.30 WIB. Benny mengamankan barang bukti berupa dua linting ganja dan MDMA. Kawanan ini, menurut Benny, memang telah lama diincar karena biasa melakukan pesta narkoba.

Dubai Akan Bangun Hotel Mewah Bawah Laut

TEMPO.CO, Dubai - Dubai akan segera memiliki jajaran tempat tinggal mewah yaitu hotel bawah laut. Hotel yang dinamakan Water Discus ini akan menyajikan beberapa resort kelas dunia super mewah yang memungkinkan para tamu dapat menikmati hidup di bawah permukaan laut.

Hotel ini merupakan gagasan perusahaan Deep Ocean Technology, Polandia yang dibantu oleh perusahaan Swiss BIG InvestConsult AG. Rancang bangun hotel tersebut cukup aneh. Tampak lebih mirip dengan perjalanan ke ruangan yang lebih dalam dibandingkan dengan ruangan istirahat mewah. Bangunan tersebut terdiri atas dua bangunan besar berbentuk cakram yang keduanya dihubungkan dengan poros panjang sempit yang didalamnya terdapat tangga dan lift.

Para tamu dapat tinggal di 21 kamar hotel yang dirancang untuk menggabungkan dunia bawah laut semaksimal mungkin. Fasilitas hotel ini juga dilengkapi dengan pusat penyelaman dan bar bawah air.

Di atas permukaan air juga ada bangunan apung yang terlepas dari bangunan utama. Bangunan ini dimaksudkan sebagai sekoci jika hotel ini dilanda bencana alam.

Water Discus bukanlah hotel pertama yang menjelajahi bawah air. Di Jules Undersea Lodge off Key Largo, Florida memiliki tiga kamar di bawah air. Selain itu di Maladewa juga memiliki sejumlah fasilitas di bawah air.

Tetapi penciptaan hotel bawah laut di Dubai ini sangat inovatif. "Proyek Water Discus membuka bidang baru untuk sektor pariwisata dan sektor perumahan di lepas pantai. Ini juga sebagai peluang baru mendukung ekologi dengan penciptaan ekosistem bawah laut yang akan memberi perlindungan dunia bawah air," kata Bogdan Gutkowski, presiden pengembang BIG.

Kemasan Polos Dapat Menurunkan Jumlah Perokok

TEMPO.CO, Jakarta--Sebuah studi menunjukkan bahwa rokok yang dikemas generik dapat menurunkan jumlah perokok dewasa dan menyebabkan penurunan jumlah anak yang mencoba merokok. Kemasan generik yang dimaksud adalah bungkus tersebut tidak menggunakan citra merek tertentu atau teks promosi apapun.

Menurut penelitian di Britania Raya, kemasan polos ini mengurangi 1 persen perokok dewasa dan jumlah anak-anak yang mencoba merokok menurun sebesar 3 persen. Kemasan polos tersebut membantu mengurangi tingkat merokok pada orang muda karena membuat rokok terlihat kurang menarik.

Selain itu mengurangi identifikasi merek dan menciptakan perubahan norma-norma sosial yang terkait dengan merokok. "Sebagian besar perokok pertama kali mencoba merokok pada masa remaja. Dampak untuk anak-anak sangatlah penting," kata Rachel Pechey, penulis pertama studi dari Universitas Cambridge.

Para ahli yang berpartisipasi dalam studi ini berkeyakinan bahwa mereka membutuhkan sekitar 2 tahun untuk mengurangi tingkat merokok dengan menerapkan kemasan polos itu. Australia menjadi negara pertama yang menerapkan kemasan polos pada Desember 2012. Dan seiring dengan waktu akan segera diketahui apakah strategi ini berhasil disana.

Pihak Eza: Dipukul 2 Jam, Bisa Mati Anak Orang

TEMPO.CO, Jakarta - Kasus penganiayaan Ardina Rasti semakin terungkap setelah rekaman suara yang diduga Ardina Rasti dan mantan kekasihnya Eza Gionino tersebar di dunia maya. Pihak Eza mengadakan klarifikasi mengenai rekaman sepanjang 44 menit tersebut.

“Eza membenarkan adanya cek-cok dengan Rasti, tapi ya cek-cok biasa. Kalau soal direkam dia saja tidak tahu, bagaimana dia bisa ingat?”, ujar kuasa hukum Eza Gionino, Hendrik Jehaman ditemui di Cibubur Jakarta Sabtu 26 Januari 2013.

Keganjilan juga dirasakan karena rekaman tersebut seperti dibuat-buat. Ada bagian-bagian pertengkaran yang terpotong. “Saya sudah tanyakan ke Eza langsung masalah rekaman, dia bilang masa iya bentrok terus diam lagi terus bentrok lagi, yang benar saja dong”, tutur Hendrik.

Selain suara pertengkaran yang terpotong, pihak Eza juga menganggap pernyataan Rasti tidak logis, “sekarang dipikir saja, dia mengakunya dipukuli selama dua jam? Bisa mati anak orang kalau dipukuli terus-terusan”, sanggah kuasa hukum yang membela Eza Gionino.

Pihak pesinetron 22 tahun ini menyatakan Keluarga Eza masih mengusahakan adanya perdamaian secara kekeluarga jika pihak Rasti mau bertemu. “Kasus ini ringan, sebenarnya cepat. Saya yakin dalam waktu dua minggu sudah dilimpahkan ke Kejaksaan kalau memang tidak ada perdamaian”, ujar Hendrik Jehaman.

Mobil Terbang Mulai Diproduksi Tahun Depan

TEMPO.CO, California - Bosan dengan kemacetan, tapi tak bisa membeli helikopter. Mungkin mobil terbang bisa jadi alternatif di masa depan.

Moller International, sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang teknologi sedang mengembangkan mobil terbang. Mobil terbang yang dinamankan Skycar itu diperkirakan mulai diproduksi tahun depan. Rencananya, uji mobil ini akan dilakukan akhir tahun ini.

Pendiri Moller International, Dr Paul Moller berharap, mobil terbang ini tak hanya dinikmati sebagian masyarakat yang kaya saja. Moller telah mengajak Athena Technologies, perusahaan asal California Selatan untuk menawarkan produksi jumlah yang besar dan bisa mendekatkan produk ke pasar.

Moller, pengembang Skycar dan pesawat Neuera bersepakat dengan Athena membentuk joint venture yang berbasis di Amerika Serikat. Joint Venture ini untuk membangun co-produksi untuk pesawat di Amerika Serikat dan Cina.

Direktur Athena Technologies, Inc Gong John, berharap dapat membangun pabrik pesawat pertama di Cina. Jenis pesawat yang akan dibuat di Negeri Tirai Bambu itu adalah model Vertikal Take-Off and Landing (VTOL).

Kerja sama ini awalnya akan menginvestasikan US $ 80 juta dari investasi US $ 480 juta untuk memproduksi berbagai pesawat VTOL tahun 2014. Produksi akan mencakup Skycar 200 LS, Skycar 400, Skycar 600 dan pesawat Neuera.

Bruce Calkins, General Manager Moller menyatakan, tujuan mereka adalah menjadi pemimpin pasar dalam transportasi personal moda terbang. Neuera adalah salah satu jenis mobil terbang yang bisa beroperasi hingga 10 meter di atas permukaan apapun: tanah, air, pasir, salju, rawa atau padang rumput . Mobil ini menggabungkan kemampuan perahu, hovercraft, ATV, mobil salju atau kendaraan off-road.

Sedangkan Skycar, dirancang untuk kecepatan lebih dari 480 kilometer per jam pada ketinggian 36.000 kaki. Kapasitasnya empat orang. "Namun Skycar bukan untuk menggantikan pesawat udara komersial," ujar Moller.

Rekonstruksi Mumi Pemilik Rambut Rumit

TEMPO.CO, Kairo - Hampir 2000 tahun yang lalu, pada saat Mesir berada di bawah kendali Kekaisaran Romawi, seorang wanita muda dengan gaya rambut rumit dikuburkan hanya beberapa meter dari piramida. Wanita muda ini memiliki tinggi 1,7 meter yang meninggal pada usia 20 tahun. Ia dimakamkan dalam peti mati yang wajah pada peti tersebut disepuh dengan emas.

Piramida yang ada di dekat kuburan wanita muda itu dibangun sekitar 2000-an tahun sebelum hidupnya di situs Hawara. Lokasi pemakaman tersebut diketahui dari catatan arsip.

Resolusi tinggi CT scan mengungkapkan bahwa sebelum dia dimakamkan, rambut wanita muda tersebut mengenakan gaya rambut yang cukup rumit.

"Rambut mumi ini cukup lebat. Dengan helai yang panjang di tengah kulit kepala lalu ditarik kebelakang dengan anyaman tertentu, kemudian berakhir menjadi sanggul di puncak mahkota kepala," tulis tim peneliti dalam sebuah laporan yang diterbitkan dalam jurnal RSNA RadioGraphics.

Menurut mereka, gaya rambut yang populer pada saat itu. Bisa jadi mereka terinspirasi oleh permaisuri Romawi, Faustina I yang hidup pada abad kedua.

Berkat kerja penelitian dan rekonstruksi dengan CT scan resolusi tinggi, analisis antropologis, pencetakan 3D dan gambar rekonstruksi wajah maka mumi tersebut dicoba untuk dilihat bentuk aslinya. Wajah dan rambut mereka kemudian direkonstruksi dengan hati-hati oleh profesional seniman forensik, Lywood Victoria dari John Abbott College.

Selain merekonstruksi wajah dan gaya rambut, para peneliti juga menemukan beberapa tanda yang masih menjadi misteri. Mereka menemukan tanda tusukan berjumlah tiga di sisi kanan dinding perutnya. Tusukan itu masing-masing berukuran 3-4 mililiter. Ini mungkin luka yang telah membunuhnya, tetapi bagaimana mumi ini mendapatkannya, para peneliti belum memiliki jawaban untuk itu.

Mumi lain yang ditemukan adalah seorang wanita yang sudah hidup cukup lama sehingga tampak rambutnya memutih keabu-abuan. Mumi ini kemungkinan meninggal antara usia 30 hingga 50 tahun. Penanggalan radiokarbon menunjukkan bahwa ia tinggal di akhir zaman Romawi (230-380 SM) ketika agama Kristen tumbuh di Mesir dan mumifikasi mulai tidak dilakukan lagi. Mumi ini ditemukan di kota Mesir kuno Thebes.

Facebook Bisa Tahu Kesehatan Mental Seseorang

TEMPO.CO, California - Aktivitas media sosial dapat dijadikan alat diagnosis psikologi. Profil seseorang dalam laman Facebook dapat mengungkapkan tanda-tanda penyakit mental yang mungkin tidak selalu muncul dalam sesi pemeriksaan dengan psikiater. "Sebagai contoh, kuesioner sering bergantung pada memori seseorang yang mungkin tidak akurat," kata peneliti Elizabeth Martin, psikolog doktoral Universitas Missouri.

Martin dan timnya merekrut lebih dari 200 mahasiswa dan meminta mereka mengisi kuesioner untuk mengevaluasi tingkat ekstroversi, paranoia, kenikmatan interaksi sosial dan dorongan keyakinan yang aneh. Pertanyaan yang diajukan dalam kuesioner itu misalnya, apakah mereka setuju dengan pernyataan: Beberapa orang dapat membuat saya menyadari kehadiran mereka, hanya dengan berpikir tentang saya sendiri.

Responden juga diminta untuk login ke Facebook. Mereka diberitahu bahwa mereka akan memiliki pilihan untuk mem-black out beberapa bagian profilnya sebelum dicetak untuk kepentingan penelitian. "Dengan meminta pasien untuk berbagi aktivitas mereka di Facebook, kami dapat melihat bagaimana mereka mengekspresikan diri secara alami," jelas Martin. Bahkan mereka tampak menyembunyikan informasi tentang keadaan psikologis di beberapa aktivitas Facebook.

Peserta yang menunjukkan tingkat sosial anhedonia tinggi, yaitu kondisi sosial yang ditandai kurangnya kesenangan akan interaksi sosial biasanya memiliki sedikit teman di Facebook, sedikit berbagi foto dan komunikasi yang jarang di laman tersebut.

Sementara itu, mereka yang menyembunyikan lebih banyak aktivitas Facebook sebelum mempresentasikan profil mereka untuk penelitian cenderung memegang keyakinan aneh dan menunjukkan tanda-tanda penyimpangan persepsi. Ini merupakan pengalaman indra seseorang yang tidak teratur. Mereka juga menunjukkan tingkat paranoia yang lebih tinggi.

"Namun perlu dicatat bahwa peserta yang memiliki nilai paranoia tinggi ternyata tidak berbeda dengan responden paranoia rendah dalam hal jumlah informasi pribadi bersama," tulis para peneliti dalam laporannya di jurnal penelitian Psychiatry.

Temuan menunjukkan bahwa kelompok paranoia tinggi mungkin akan lebih nyaman berbagi informasi dalam akun jejaring sosial daripada bertatap langsung dalam sebuah interaksi. 

Rekaman Kekerasan, Pihak Eza Serahkan ke Ahlinya

TEMPO.CO, Jakarta - Pesinetron Eza Gionino disudutkan dengan munculnya rekaman pertengkaran yang diduga antara Eza dengan Ardina Rasti. Dalam rekaman tersebut terdengar, seorang pria Eza melakukan kekerasan terhadap wanita yang telah tersebar di YouTube.

Pihak Eza yang diwakili  kuasa hukumnya, Hendrik Jehaman dan kakak Eza Gionino, Ricky angkat bicara. "Masalah rekaman bukan kapasitas saya. Sudah ada pakarnya tersendiri untuk menyelidiki. Yang pasti dari versi yang beredar terdapat beberapa editan dan ada beberapa suara yang bukan suara Eza", kata Ricky yang ditemui di Cibubur, Jakarta Sabtu 26 Januari 2013.

Rekaman selama 44 menit tersebut memperdengarkan suara serta tangisan dari seorang wanita yang telah diperlakukan kasar. Keduanya saling memanggil dengan nama 'Bi', nama panggilan sayang antara Eza dan Rasti selama berpacaran.

Pihak Eza menginginkan agar kasus ini berjalan sesuai hukum. Mereka tidak menginginkan terjadinya adu pendapat secara berkelanjutan. "Siapa yang benar dan salah ya kan sudah ditangani oleh lawyer masing-masing, jadi biar proses hukumnya berjalan. Dilihat hasilnya seperti apa", ujar Hendrik Jehaman.

Hingga saat ini Eza masih berstatus tahanan wajib lapor. Eza diwajibkan melapor di Kepolisan Resor Jakarta Selatan, setiap Selasa dan Kamis.

Siapa Pengganti Hary Tanoe di NasDem?

TEMPO.CO, Jakarta--Direktur Komunikasi Publik Lembaga Survei Indonesia Burhanuddin Muhtadi menyarankan Ketua Majelis Nasional Partai Nasional Demokrat Surya Paloh menggandeng pengusaha berkemampuan setara dengan eks Ketua Dewan Pakar NasDem, Hary Tanoesoedibjo, yang mundur awal pekan ini.

"Kalau ingin mencari kekuatan elektoral, harus ada yang selevel dengan Hary Tanoe, baik popularitas maupun kemampuan ekonominya," kata Burhanuddin di Jakarta Sabtu 26 Januari 2013. Kepergian Hary, menurut dia, berpengaruh terhadap dua hal penting bagi NasDem: kekuatan media dan logistik.

Burhanuddin menjelaskan, keluarnya Hary Tanoe membuat kekuatan media di NasDem berkurang sebanyak 70 persen. "Dari sisi logistik sudah pasti bisa diperkirakan berapa banyak dana yang dikeluarkan Hary Tanoe untuk NasDem," ucapnya.

Hary, yang juga bos MNC Group, mundur pada awal pekan lalu. Ia beralasan sudah tak cocok dengan dinamika partai. Selain Hary, tiga pengurus lain juga mundur, yaitu Sekretaris Jenderal Ahmad Rofiq, Wakil Sekretaris Jenderal Saiful Haq, dan Ketua Bidang Internal Endang Tirtana.

Mundurnya Hary dan para pejabat teras NasDem diikuti ribuan kader partai itu di sejumlah daerah. Pengunduran diri tersebut dipimpin Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Jakarta Partai NasDem Armin Gultom, yang ditandai dengan melemparkan kaus dan menyobek kartu tanda anggota partai.

Namun Surya Paloh berkeyakinan keluarnya Hary Tanoe tidak berpengaruh besar terhadap sisi finansial NasDem. "NasDem tidak bergantung pada seorang Hary Tanoe," katanya setelah membuka Kongres I Partai NasDem di Jakarta Convention Center, Jakarta, Jumat malam.

Kemarin, anggota kongres juga memastikan Surya Paloh menjadi ketua umum secara aklamasi, yang disetujui majelis tinggi. Majelis tinggi terdiri atas bekas ketua umum Patrice Rio Capella, Sugeng Suparwoto, dan Ahmad Rofiq.

Kongres belum menentukan struktur kepengurusan, termasuk memilih pengganti Hary Tanoe. Pembentukan kepengurusan diserahkan kepada Surya Paloh sebagai formatur tunggal. "Formulasinya dibantu panitia ad hoc," kata Ketua Badan Pemenangan Pemilu NasDem Ferry Mursyidan Baldan seusai kongres.

Tak Pakai Helm, Mahasiswa Dipukul Oknum Polisi

TEMPO.CO, Padang -  Seorang mahasiswa UPI YKPTK Padang, Shaka Musti Diguna, 21 tahun mengaku dianiaya oknum Polsekta Padang Timur. "Saya dipukuli, karena tidak memakai helm," ujar Shaka di Mapolda Sumatera Barat, Jumat 25 Januari 2013.

Shaka menceritakan, ketika pulang dari membayar SPP di kampusnya, Selasa 23 Januari 2013 sekitar pukul 14.00 WIB, ia bersama temannya Agung Tirtayasa mengenderai sepeda motor dengan nomor polisi BA 6814 WM.

Saat itu, ia melihat ada razia di depan Mapolsek Padang Timur. Sadar tidak pakai helm, Shaka berhenti sekitar 50 meter dari lokasi razia. "Tiba-tiba ada seseorang yang menghardik kami. Lalu dia menghampiri dan menarik kuat lengan saya. Mungkin dia mengira kami akan lari," ujarnya.

Pria berbadan gemuk dan memakai topi itu langsung memukul dengan siku kanannya. "Kuat sekali pukulan yang mengenai pipi kiri saya. Saya turun dari motor. Saat itu, pria itu mengaku polisi," ujarnya.

Dari depan Mapolsek Padang Timur, ada seeorang berlari menuju arahnya. "Tiba-tiba saja lelaki berbadan tegap itu menyarangkan tinjunya ke Agung. Oknum itu memukul Agung dengan gaya melompat," ujarnya. Mereka kemudian dibawa ke salah satu ruangan di Mapolsek Padang Timur.  Di ruangan itu, Shaka mengaku diperlakukan tidak manusiawi. Ia diigeledah dan celananya dilucuti. "Kami juga dipukuli," ujarnya.

Esok harinya, Rabu 23 Januari 2013, Shaka bersama orang tunya melaporkan kejadian tersebut ke Propam Polresta Padang. "Shaka hanya diperiksa dan kami meminta untuk divisum," kata Muzirman Muchtar, ayah Shaka, di Mapolda Sumatera Barat.

Sementara itu, Kapolresta Padang Kombes Pol M. Seno Putro belum bersedia memberikan konfirmasi. "Bapak belum bisa memberikan keterangan, karena harus rapat pimpinan," ujar asistenya.

Jakarta Tak Akan Tenggelam

TEMPO.CO, Jakarta-–Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi curah hujan ekstrem tidak akan terjadi di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi hari ini, Ahad 27 Januari 2013. Prediksi ini membantah berbagai spekulasi sebelumnya bahwa Jakarta kembali dihajar banjir besar akibat hujan lebat. (Lihat: Jakarta Waspadai Puncak Pasang Purnama 27 Januari)

Kepala Sub-Bidang Informasi Meteorologi BMKG, Hary Tirto, menyebutkan tidak ada faktor dominan penyebab peningkatan curah hujan secara ekstrem, yakni lebih dari 150 milimeter per hari. "Tapi peluang hujan dengan intensitas ringan hingga sedang (20-50 milimeter per sehari) masih terjadi secara sporadis pada siang dan sore," kata dia.

Curah hujan ekstrem tak akan terjadi karena aktivitas sabuk awan akibat angin Monsun Asia lemah. Hal ini, kata Hary, membuat sistem tekanan rendah di Australia bagian utara dan barat laut dapat bertahan untuk jangka waktu tujuh hari ke depan. Bahkan, dengan keadaan ini, Hary memprediksi tidak ada potensi curah hujan ekstrem sampai satu pekan ke depan.

Pada Sabtu, 26 Januari 2013, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana menguji coba teknologi modifikasi cuaca di Jakarta dan sekitarnya. Dengan cara ini, curah hujan dikurangi sehingga risiko banjir besar Jakarta seperti pekan lalu tak terjadi.

Satu pesawat Hercules yang mengangkut 5 ton garam semai diterbangkan dari Bandar Udara Halim Perdanakusuma ke arah barat daya. Pesawat ini menyebarkan garam di udara untuk mempercepat proses awan menjadi hujan (jumping process) sehingga tidak masuk Jakarta. Pada ketinggian 10-12 ribu meter, pesawat akan menembus awan pekat dan menaburkan garam di sana.

Menurut Kepala Bidang Pengkajian dan Penerapan Teknologi Pembuatan Hujan BPPT Tri Handoko Seto, dengan modifikasi ini, awan yang tumbuh dari barat laut menuju Jakarta harus segera dijadikan hujan pada pukul 11 siang. "Teknologi modifikasi cuaca ini bisa mengurangi curah hujan 15-30 persen di wilayah Jakarta dan sekitarnya," kata dia.

Menurut Tri Handoko, selain pencegahan banjir lewat udara, cara di darat ditempuh. Metode ini dilakukan jika awan sudah masuk wilayah daerah aliran sungai (DAS) di Jakarta. Awan akan "diganggu" proses pertumbuhannya dan disingkirkan dari DAS yang hilirnya ke Jakarta. Metode ini dilakukan dengan peralatan darat, yakni menara yang disebut ground-based generator. "Fungsinya, membangkitkan partikel halus pencipta efek agar awan sulit berkembang," ujarnya.

Sebanyak 25 menara telah disiagakan. Lima unit menara disimpan di lereng Gunung Gede, Sukabumi. Sisanya disebar di wilayah Jabodetabek.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Ma’arif mengatakan modifikasi cuaca ini akan dilakukan hingga 25 Maret mendatang. BNPB menganggarkan Rp 13 miliar untuk merekayasa cuaca guna mencegah Jakarta tenggelam.